Perkuat Bisnis Kue Premium Bergaya Jepang, Mandiri Capital Investasikan Dana ke DORÉ by LeTAO

13 August 2026

JAKARTA – PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri, resmi menyuntikkan dana ke DORÉ by LeTAO, perusahaan Indonesia yang menyajikan kue premium bergaya khas jepang. Investasi ini menjadi langkah investasi perdana MCI pada tahun ini.

Direktur Utama MCI Ronald Samuel Simorangkir, menjelaskan bahwa dana yang dikucurkan kepada DORÉ akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi cabang dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

"Kebutuhannya Dore ini kan pasti nanti untuk 3 atau 5 sampai 5 tahun ke depan untuk ekspansi cabang, peremajaan mesin, atau perbaikan-perbaikan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksinya," ujarnya kepada awak media, Kamis, 13 Agustus.

Ia menegaskan bahwa MCI kini menerapkan pendekatan investasi yang lebih terukur, dengan rencana penggunaan dana (use of proceeds) yang jelas untuk setiap gerai.

"Untuk memberikan investasi jadi harus ada yang kita namakan use of proceed harus jelas. Jadi setiap toko, misalnya berapa miliar gitu ya, nah itu kita harus ada kalkulasi di rencana bisnis," katanya.

Ronald menambahkan, kesepakatan itu juga disetujui oleh pihak DORÉ. "Kalau pihak Dore-nya juga gak sepakat penggunaannya, ya udah, mereka gak mau diatur, itu kita gak akan deal." ucapnya.

Dalam investasi ini, Ronald menyampaikan bahwa MCI memosisikan diri sebagai pemegang saham minoritas. "Kepemilikan kami kepada Dore itu kita tetap minority, kita gak akan jadi majority. Kepemilikan kami untuk investasi berikutnya juga kita 15 persen sampai 20 persen," jelasnya.

Ia juga menyebut MCI merupakan investor eksternal pertama yang masuk setelah para pendiri. "Kita adalah investor eksternal pertama setelah founder yang berinvestasi di sini. Bentuknya adalah penyertaan saham, jadi kita ada di daftar pemegang saham setelah founder." katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan MCI Wisnu Setiadi, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan bisnis DORÉ yang sehat, bukan pertumbuhan yang terlalu agresif.

"Growth-nya kita juga gak pengen ngebut-ngebut banget. Ya, growing relatively healthily itu yang kita pengen," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa DORÉ berbeda dari pelaku usaha lain di Indonesia karena konsistensinya. "Commitment Dore sudah teruji, gak cuma baru beberapa bulan, tapi lebih dari satu dekade, fokus mereka adalah mengejar kesempurnaan dan perbaikan berkelanjutan," katanya.

Menurutnya dengan komitmen tersebut menjadi lebih mudah untuk meyakinkan investor lokal maupun asing.

"Saya rasa ini memang merupakan budaya khas Jepang yang tadi saya sempat menyebut istilah Shokunin Kishitsu (semangat pengrajin), dan Dore ini sudah berjalan 11–12 tahun, jadi sudah tidak bisa lagi disebut startup, melainkan perusahaan F&B yang matang," jelasnya.

Wisnu menyebut fokus ekspansi Dore tetap berada di Jakarta karena daya beli masyarakatnya yang tinggi. "Fokus utama pasti selalu Jakarta, karena daya belinya selalu paling tinggi di situ," ujarnya,

Ia menambahkan bahwa penentuan lokasi gerai baru turut memanfaatkan data transaksi dari ekosistem Bank Mandiri. "Kita bisa lihat dari bagaimana ekosistem mandiri itu suka banyak interlock trusting dan transaksi, baik dari debit dan credit card," tuturnya.

Co-founder sekaligus CEO DORÉ, Andy Pangestu, menyampaikan bahwa salah satu manfaat utama dari kolaborasi dengan MCI adalah dukungan untuk peningkatan kapasitas produksi.

"Satu yang kita mau fokus itu sebenarnya upgrade kita punya production facilities. Itu satu yang kita sangat excited, karena itu yang akan sangat membedakan kita dengan yang lain," katanya.

Baca artikel selengkapnya di: https://voi.id/ekonomi/589512/perkuat-bisnis-kue-premium-bergaya-jepang-mandiri-capital-investasikan-dana-ke-dore-by-letao 


Sumber: https://voi.id/ekonomi/589512/perkuat-bisnis-kue-premium-bergaya-jepang-mandiri-capital-investasikan-dana-ke-dore-by-letao
Kembali