Mandiri Capital Indonesia (MCI), perusahaan modal ventura milik Bank Mandiri, kembali menyuntikkan dana segar ke pasar lewat strategi investasi terbarunya. Langkah perdana ini diwujudkan melalui pendanaan ke DORÉ by LeTAO, merek kue premium bergaya Jepang yang juga populer dengan lini produk hantarannya (gifting).
Berdiri lebih dari satu dekade, DORÉ by LeTAO kini mengoperasikan 22 gerai di wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Rekam jejak ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu pionir merek kue dan hantaran premium yang cukup dikenal di Indonesia.
Meski nilai pendanaannya dirahasiakan, langkah ini menandai momentum kembalinya MCI setelah absen berekspansi selama sekitar dua tahun. Selama periode tersebut, MCI merombak strategi investasi sekaligus mematangkan kapabilitas dan kualitas internal perusahaan.
Pendanaan ini juga menjadi debut MCI dalam menerapkan pendekatan baru yang disebut "mini private equity". Lewat strategi ini, MCI memperluas radar investasinya. Mereka tidak lagi murni membidik perusahaan teknologi, tetapi mulai melirik sektor konsumer, ritel, makanan dan minuman (F&B), serta kesehatan yang sudah memiliki kinerja keuangan yang sehat dan model bisnis yang teruji.
Sejalan dengan berkembangnya kapabilitas digital Bank Mandiri, MCI menyadari bahwa potensi investasi ke depan tidak lagi hanya datang dari sektor teknologi. MCI kini bergeser untuk mendukung bisnis dengan fundamental solid, arus kas yang sehat, serta prospek pertumbuhan berkelanjutan.
"Kami sadar bahwa MCI harus mengevaluasi ulang arah investasi kami ke depan. Saat ini, teknologi tak lagi menjadi satu-satunya jawaban," ungkap CEO MCI, Ronald Simorangkir.
Meski bisnis kue dan hantaran bhjan sesuatu yang baru, MCI melihat DORÉ bu LeTAO memiliki model bisnis yang menarik. Format gerainya relatif kecil, struktur timnya ramping, dan operasionalnya dijalankan dengan disiplin. Model ini mampu membuat DORÉ by LeTAO mampu menjaga margin yang sehat di tengah laju ekspansinya.
"Yang menarik bagi kami bukan hanya produknya, tetapi juga cara bisnis ini dijalankan. DORÉ by LeTAO memiliki format gerai dan tim yang ramping, sehingga gross margin yang kuat bisa menghasilkan EBITDA yang sehat,” kata Wisnu Setiadi, Plt. Chief Investment Officer MCI.
Bagi Co-Founder dan CEO Omiyage Group, Andy Pangestu, kerja sama dengan MCI ini lebih dari sekadar urusan suntikan modal. Keselarasan visi jangka panjang menjadi faktor penentu dibalik keputusan tersebut.
Andy meyakini bahwa relasi yang kuat antara pendiri bisnis dan investor tidak otomatis terbentuk begitu saja setelah kesepakatan diteken. Kemitraan yang solid harus dibangun sedari awal melalui rasa saling percaya, komunikasi yang transparan, serta kesamaan pandangan mengenai arah laju bisnis perusahaan.
Baca artikel selengkapnya di DealStreetAsia: